Selasa, 21 April 2020

Hanifan Yudani Kusumah

Hanifan lahir di BandungJawa Barat pada tanggal 25 Oktober 1997. Ayahnya Dani Wisnu merupakan seorang pesilat dan ikut dalam pelatnas tahun 2005, dan telah mulai melatih Hanifan pencak silat ketika Hanifan berada di kelas 2 SD. Ibu Hanifan, Dewi Yanti Kosasih juga merupakan seorang pesilat yang telah bertanding dalam kompetisi internasional. Belakangan, Hanifan bergabung ke Perguruan Silat Tadjimalela.[2][3]
Dia pertama kali berpartisipasi dalam kompetisi pada tahun 2010, ketika ia memenangkan medali perak dalam kompetisi antar siswa Tadjimalela di Banten, Jawa Barat dan Jakarta.[4] Dalam Pekan Olahraga Nasional 2016, Hanifan memenangkan medali emas.[5] Pada tahun itu juga, Hanifan memenangkan kejuaraan dunia silat di Denpasar.[6]
Pada tahun 2017, Hanifan juga memenangkan medali emas di turnamen Belgia Open 2017.[7] Dalam ajang SEA Games 2017, Hanifan memenangkan medali perunggu.[8]

Asian GamesSunting

Hanifan adalah bagian dari kontingen Indonesia dalam Asian Games 2018, di mana ia ikut kelas C (55-60 kg). Pada tanggal 29 Agustus, ia mengalahkan pesilat Vietnam Thai Nguyễn Linh 3-2 untuk memenangkan emas ke-29 untuk kontingen Indonesia dan ke-13 dari cabang pencak silat.[9]
Setelah menerima medali emas, Hanifan menuju ke bagian VIP di mana Presiden Indonesia Joko Widodo dan Prabowo Subianto, sebagai kepala dari Asosiasi Pencak Silat Indonesia, hadir. Setelah bersalaman dengan wakil presiden Jusuf Kalla, Hanifan memeluk Jokowi dan Prabowo sambil terselimut bendera Indonesia, menyebabkan penonton untuk bertepuk tangan dan bersorak-sorai. Jokowi dan Prabowo akan bersaing di pilpres 2019, dan pelukan itu dilihat sebagai simbol persatuan nasional.[10][11] Foto dari pelukan tersebut kemudian diunduh ke akun Instagram Jokowi dan di-like lebih dari 1 juta kali,[12] dan menjadi trending topic di Twitter.
Hanafi merupakan pembawa bendara Indonesia dalam upacara penutupan Asian Games.[13] Tak lama setelah Asian Games, Hanifan menikahi sesama atlet pencak silat Indonesia Pipiet Kamelia, dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai saksi.[14]

Senin, 13 April 2020

Sugianto, Peraih Emas Asian Games Terinspirasi Wiro Sableng

"Pencak silat itu, batinnya mencari Tuhan, lahirnya mencari kawan dan silat itu silaturahim," ujar Sugianto.

Cucuran keringat Sugianto selama berlatih di pelatnas pencak silat akhirnya tak sia-sia. Dia meraih nilai tertinggi dalam final nomor seni tunggal putra Asian Games 2018 pada 29 Agustus lalu.
Sugianto mendapat total skor 471 dari juri atas kepiawaiannya dalam mempertontonkan jurus tangan kosong, golok, dan toya. Nilai ini tak mampu disaingi dua pesaingnya, Ilyas Sadara dan Almohaidib Abad.
Ilyas hanya mendapat skor 460 dan meraih medali perak Asian Games ke-18. Sedangkan, Almohaidib membawa pulang medali perunggu setelah mendapat total skor 455 dari juri.
Rasanya luar biasa, senang, bangga dan haru bisa meraih medali emas Asian Games. Medali emas ini saya persembahkan untuk anak saya. Mungkin ini rezekinya," kata Sugianto saat ditemui beberapa waktu lalu.
Atas prestasi besarnya meraih medali emas Asian Games 2018 membuat pemerintah pun memberikan hadiah uang Rp 1,5 miliar bagi Sugianto sebagaimana janji sebelumnya.
Pemberian bonus dilakukan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta, beberapa jam sebelum Upacara Penutupan Asian Games 2018.